DARI SETU LARI KE PANTAI
Bermain gundu di desa Mundu
Berenang di Setu Patok
Hati senang memancing Lundu
Batin sorak berkecipak ikan Betok
Duhai nyiur melambai di pantai
Berseluncur pelepah tebing landai
Senja beriang-riang lari pulang
Surya terbenam mengiringi derap kaki
Cirebon, 19 Juli 1989
MASA KECILKU SERU
Bersama Ojik mencari Jangkrik
Lewat kebun Tomat terbit liur
Tak lihat lubang jadi kejebur
Nasib pencari jangkrik
Dengan Sukron berburu Laron
Setelah hujan reda
Patromak menyala
Siapkan baskom penuh air
Bersama Iing mengejar Tarling keliling
Tersasar di kampung lain
Dengan Rokhmat melihat pesawat
Berharap dekat
Duit ku dapat
Cirebon, 15 Agustus 1996
MASA SD
Pak Anang kumis bawa penggaris
Bu Iyus terlalu serius
Pak Supangadi gak ‘ngadi-ngadi’
Bu Kismi senyum bersemi
Kelas Dua kebanjiran
Kelas Tiga menyebrang jalan
Kelas Empat malah dekat
Kelas Lima penuh drama
Kelas Enam tak bisa berenang
Terimakasih Sekolah Dasar
Mundupesisir satu
Cirebon, 7 Juli 1990
===
Prawiro Sudirjo adalah salah seorang yang turut menebar virus kebaikan melalui komunitas-komunitas literasi. Pria ini sehari-hari bertugas sebagai salah seorang pengajar di SMK Citra Mutiara, Kabupaten Bekasi. Ia menularkan virus-virus literasi dengan membentuk komunitas.
Berawal dari memenuhi tantangan 100 menulis buku WJLRC, dan berdampak mendapatkan piagam dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, beliau menjadi lebih memantapkan diri untuk concern di bidang literasi.
Prawiro putra kelahiran Cirebon ini sempat menjuarai lomba menulis blog CIMB Niaga. Banyak even lomba menulis yang dia ikuti, baik fiksi maupun nonfiksi. Dengan rekam jejaknya itu dia didapuk untuk menjadi ketua Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya, Ketua Jabar History Lover, pengurus Yayasan Sejarah Bekasi Raya, dan menggagas terbentuknya Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat.
Ketika masa pandemi tidak menghalangi aktivitasnya untuk terus menggiatkan komunitas. Bahkan semakin membuka peluang untuk semakin berkarya. Banyak karya dari hasil kelas-kelas menulis yang sudah diterbitkan dan kini setelah masa pandemi semakin banyak lagi peserta kelas menulis yang beliau adakan di KPPJB.