Puisi berjudul “Dedikasi dari Pelosok Negeri”, ditulis oleh Aini Mardiyah sebagai salah satu puisi untuk buku Antologi Puisi PGRI Karangpawitan, Kabupaten Garut. Puisi yang ingin menggambarkan dedikasi pendidik di pelosok negri yang seringkali terabaikan.
Dedikasi dalam KBBI artinya pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu untuk mencapai suatu tujuan atau usaha yang mulia. Dedikasi dapat diartikan sebagai pengabdian diri.
Tahun 1994, pertama Aini Mardiyah mengabdikan diri menjadi guru di Bina Karya Kabupaten Bandung, memegang Kelas Anak Usia Dini di Madrasah Uswatun Hasanah. Bermodal ijazah SMA yang kemudian dibekali pelatihan Iqro dan pengelolaan TK/TPA yang diselenggarakan oleh BKPRMI Jawa Barat.
Tahun 2000, Aini Mardiyah memperoleh Ijazah Diploma PGTKA dan pindah mengabdi di TK Nur Kusuma Kota Bandung, dan mengajar sore harinya di TK/TPA di Yayasan yang sama, hingga tahun 2004 turut suami pindah domisili di Kabupaten Garut.
Aini Mardiyah dan suami tinggal di kampung, sekira dua kilometer dari jalan raya. Awalnya berencana mencari sekolah untuk anak usia dini agar dirinya bisa melanjutkan pengabdian sebagai guru TK. Hal itu karena mereka melihat banyak anak usia dini di Kampung, sementara belum ada Lembaga PAUD di dua desa sekitar, Desa Tanjungsari dan Desa Godog Kecamatan Karangpawitan.
Aini Mardiyah bersama suami, Anang Saripudin, seorang guru honorer di SMP Swasta, menggagas untuk mendirikan Taman Kanak-kanak.
Sebagai tempat ada bekas rumah dinas SDN Tanjungsari, sebuah bangunan yang lama kosong dan tidak terawat. Setelah mendapat persetujuan dari Kepala Sekolah SDN Tanjungsari dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Karangpawitan, dikondisikanlah bangunan tersebut agar layak menjadi tempat bermain dan belajar anak-anak. Dindingnya digambari, di halaman dibuatkan peluncuran dari tembok dan sebuah ayunan dari ban bekas dengan tiang bambu. Sangat sederhana. Kami membuat tiga buah meja kayu untuk anak-anak, satu meja guru, sebuah loker tempat buku anak-anak, dan sebuah boks bayi dari kayu. Kenapa ada boks bayi, karena dirinya baru saja melahirkan putra pertama dan berencana membawanya ke sekolah.
1 Agustus 2004 berdirilah TK AR-ROJA, diambil dari Mesjid Jami di kampung Cireundeu. AR-ROJA sebuah kata dari Bahasa Arab yang bisa diartikan harapan. Satu tahun berjalan, setelah diverifikasi oleh Tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, TK AR-ROJA mendapatkan izin operasional pada bulan Agustus 2005.
Memasuki akhir tahun ajaran di tahun kedua, tantangan muncul, SDN Tanjungsari memerlukan kelas tambahan sehingga bangunan bekas rumah dinas akan dijadikan kantor. Kami harus evakusi secepatnya karena proses Pembangunan harus selesai di awal tahun ajaran baru. Menjawab tantangan tersebut, kegiatan belajar bermain di TK AR-ROJA pindah ke saung (rumah sawah) di atas kolam yang jaraknya jauh dari perkampungan penduduk dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Ini berlangsung sampai proses pembagian rapor.
Tantangan selanjutnya, mereka harus mendapatkan bangunan pengganti di tahun ajaran baru. Alhamdulillah, ada warga yang menjual rumah letaknya tidak jauh dari SDN Tanjungsari. Tahun 2008, TK AR-ROJA mendapat bantuan APE luar, berupa papan luncur, ayunan, dan cangkir putar. Tantangan Kembali muncul, halaman yang sempit tidak leluasa untuk tempat bermain. Kami mencoba menghubungi keluarga pemberi wakaf lahan kosong di samping TK AR-ROJA tetapi tidak diberikan karena akan digunakan sebagai lahan parkir keluarga.
Menjawab tantangan ini, kami membangun sebuah ruang kelas dan satu kamar mandi, lapangan, dan halaman bermain di atas lahan seluas 622 meter persegi yang dibeli tahun 2006. Jaraknya sekira 200 meter masuk gang dari bangunan lama.
Dihalaman bermain dibuat kembali peluncuran permanen dari tembok dan terowongan dari ban bekas bis. Ayunan dan papan luncur bantuan dari Dinas Pendidikan bisa dipasang di halaman.
Tantangan kembali muncul saat sekolah tidak memiliki pagar. Alat Permainan Edukasi di halaman bermain dengan mudah diakses, dimainkan anak-anak di luar murid TK AR-ROJA. Puncaknya kondisi sekolah pasca libur Idul Fitri, ayunan sudah dipreteli, besinya sebagian hilang juga gir sudah lepas.
Tahun 2011, Aini Mardiyah mendapat tunjangan sertifikasi pendidik. Alhamdulillah bisa mendanai pembuatan pagar dinding di sekitar TK AR-ROJA, dengan dua pintu besi.
Tahun 2021, TK AR-ROJA terpilih sebagai pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan Pertama. Semakin terbukalah wawasan mereka terkait Pendidikan Anak Usia Dini yang berkualitas.
Tahun 2023, Aini Mardiyah mendapat beasiswa LPDP Microcredential bidang Pembelajaran di luar ruang kelas bersama Monash University. Setelah desiminasi dan diimplementasikan di TK AR-ROJA, lalu praktik baiknya diikutsertakan pada seleksi Kepala TK Inovatif Hari Guru Nasional 2023 dan meraih terbaik 3 Jawa Barat.
Tantangan terus muncul, di saat Aini dan suami berusaha menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini agar anak didik mampu memenuhi fase fondasinya, lembaga-lembaga baru berdiri di sekitar TK AR-ROJA dengan menawarkan program calistung yang diminati masyarakat. Alih-alih mensosialisasikan miskonsepsi literasi numerasi, dengan kegiatan belajar dan bermain yang bermakna dan menyenangkan, jumlah peserta didik TK AR-ROJA berkurang dari tahun ke tahun. Dampaknya sedikit pula dana Bantuan operasional Pendidikan/BOP yang Aini dan suami terima. Untuk honor pendidik, Aini Mardiyah merogoh kantung sendiri, demikian pula untuk menutup kekurangan anggaran lainnya.
Tahun 2024, TK AR-ROJA menjadi sekolah pengimbas Program Sekolah Penggerak. Hal ini menuntut Aini dan suami untuk terus meningkatkan kompetensi dan juga menjadi motivasi Aini dan suami untuk terus bertransformasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman, ikut serta dalam memajukan pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini.
Garut, akhir November 2024.
===
Aini Mardiyah, S.Pd.I. Lahir di Bandung, 26 Nopember 1975.
Guru Taman Kanak-kanak tahun 1994-2004 di Bandung. Tahun 2004 sampai sekarang sebagai Kepala TK AR-ROJA Kabupaten Garut. Tahun 2021 terpilih sebagai Kepala Sekolah Penggerak Angkatan pertama
Menulis sejak 1995. Kontributor SWAKA (Suara Kampus) IAIN Sunan Bandung. Bergabung di komunitas Fiksimini Basa Sunda (FBS). Menulis Fiksimini Bahasa Indonesia dan cerpen. Beberapa karya dimuat di media cetak juga buku antologi. Mengenal menulis artikel saat bergabung di Komunitas Pustaka Sunda (PS). Dimuat di Majalah Sunda Midang, Majalah Pendidikan Kandaga, serta menjadi kontributor majalah Jaleuleu. Menulis Carpon (Carita Pondok) dimuat di Majalah Mangle serta Antologi. Bergabung dalam Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB) menghasilkan beberapa buku antologi puisi Akrostik, Legenda dan Dongeng, Best Practice, Kumpulan Kisah, Dongeng Integritas, juga Esai. Beberapa karya Fiksimini dan Travel Writing satu buku bersama Duta Baca Indonesia, Gol A Gong.